Rabu, 21 Oktober 2009

Mendeteksi bunyi bip pada notebook

Banyak teman-teman cyber yang merasa kesulitan mengetahui kerusakan suatu komputer atau laptop, nah untuk kesempatan ini Dunia Cyber akan memberitahu tahu caranya mendeteksi kerusakan Hardware Lewat Bunyi BIP. Nah bagi teman-teman cyber yang belum mengetahui maka caranya ada di bawah ini sehingga teman-teman cyber tidak perlu ke bengkel komputer kecuali kalau benar-benar rusak PARAH….!!!!!
Saat komputer dihidupkan, BIOS melakukan POST (power-on self test). POST diperlukan untuk memastikan sistem berfungsi sebagaimana mestinya dan juga mencari informasi hardware apa saja yang ada pada komputer. Saat BIOS mendeteksi ada masalah saat POST, BIOS akan mengirimkan pesan kesalahan (error messages).
Pada beberapa kasus, masalah tersebut dapat di deteksi lebih awal sehingga BIOS tidak dapat mengakses video card dan tidak dapat menampilkan pesan kesalahan tersebut.
Jika seperti ini yang terjadi, BIOS akan mengeluarkan suara ‘bip’ yang memiliki pola tertentu yang sesuai dengan kesalahan yang diidentifikasinya.
Suara ‘bip’ tunggal saat proses booting setelah tampilnya pesan startup pada monitor adalah normal dan tidak ada kegagalan. ‘Bip’ yang dimaksud disini adalah yang dihasilkan pada saat prosedur POST belum selesai dan belum ada informasi apapun yang ditampilkan pada layar. Kode ‘Bip’ BIOS ini bergantung tipe dan BIOS yang Anda miliki. Yang populer adalah AMI dan Award BIOS. Oleh karena itu, tulisan ini hanya membahas kedua tipe BIOS tersebut.


AMI BIOS.

1 X suara BIP.
Kegagalan refresh DRAM. Sistem mempunyai masalah mengakses memori untuk merefreshnya.
2 X.
Kegagalan rangkain parity. Pada data yang ditransmisikan dalam komputer, biasanya ditambahkan parity bit yang berfungsi untuk mendeteksi dan koreksi error. Pekerjaan ini dilakukan rangkaian parity yang terdapat dalam komputer. Hal ini kemungkinan disebabkan adanya masalah pada memori atau motherboard.
3 X.
Kegagalan base memori 64K. Base memori 64K adalah 64 KB memori yang pertama pada RAM. Kegagalan ini bisa disebabkan slot memori yang dikelompokkan dalam modul yang memiliki chip rusak.
4 X.
Kegagalan system timer. Kemungkinan terdapat kesalahan pada satu atau lebih timer yang digunakan untuk mengontrol fungsi-fungsi pada motherboard.
5 X.
Kegagalan prosesor. Dapat disebabkan panas berlebih, atau karena prosesor tidak terpasang benar ke dalam socketnya.
6 X.
Kegagalan keyboard controller/gate A20. Keyboard controller adalah chip pada motherboard yang mengedalikan keyboard Anda.
7 X.
Kesalahan prosesor.
8 X.
Kesalahan baca/tulis memory display.
9 X.
Kerusakan BIOS.
10 X.
Kesalahan CMOS.
11 X.
Kerusakan cache memori.


AWARD BIOS.

Award lebih menyukai pesan lewat monitor. Tapi ada saatnya video card tidak berfungsi dan pesan ditampilkan menggunakan kode bip tersebut. Oleh karena itu, kode bip pada BIOS tipe ini lebih sedikit. Kode bip pada BIOS ini juga seperti tanda morse, mengkombinasikan bip panjang dan pendek.
1 bip panjang.
Masalah pada memori. Kemungkinannya adalah memori tidak terpasang benar, atau juga chip memori rusak. Bisa juga berhubungan dengan kerusakan motherboard.
1 bip panjang, 2 bip pendek.
Kesalahan sistem video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menuliskan pesan error ke layar. Ada beberapa kemungkinan, antara lain video card dipasang pada sistem yang sudah ada video card on-board, atau menggunakan IRQ yang sudah terpakai untuk video card tersebut sehingga terjadi konflik. Kemungkinan lain, video card tidak terpasang dengan baik.
1 bip panjang, 3 bip pendek.
Sama seperti di atas, ada kesalahan pada video. BIOS tidak dapat mengakses sistem video untuk menampilkan pesan kesalahan ke layar.
Suara bip sambung menyambung.
Dapat disebabkan memori atau video card.
Ada beberapa pedoman umum yang dapat digunakan untuk setiap BIOS. Pedoman umum ini hanya dapat digunakan untuk kesalahan yang terdeteksi sebelum dan saat Power On Self Test (POST). Kita sudah mengenal prosedur yang dilakukan computer saat mulai dihidupkan, dan ini akan sangat membantu dalam mendiagnosa masalah yang ada.
Pertama kali saat komputer dinyalakan, power supply akan mengirimkan daya ke semua komponen. Bila pada saat dinyalakan tidak ada reaksi apapun, maka periksalah power supply internal yang terletak pada komputer Anda. Untuk mengetesnya, kita bisa menggunakan LED (Light Emiting Diode) dan kemudian pasang pada POWER LED connector. Jika nyala, berarti power supply masih bagus.
Kemudian, jika semua komponen sudah mendapat daya yang cukup, prosesor akan bekerja mencari intruksi. Ia akan mencari intruksi ini pada ROM BIOS. Untuk prosesor, kemungkinannya adalah panas yang berlebih akibat overclock atau posisi tidak sempurna. Untuk BIOS, kemungkinannya kecil bahwa letak chip BIOS tidak sempurna.
Cek BIOS dapat dilakukan pada komputer lain. Beberapa virus sudah dapat merusak program BIOS. Jika POST mau berlanjut tapi tidak selesai, kemungkinan besar masalah ada pada motherboard. Untuk yang ini, ada beberapa langkah yang harus dilakukan :
Jika PC tidak mau booting sama sekali, pastikan komponen minim sudah terpasang, yaitu prosesor, memori terisi dengan tepat, video card, dan sebuah drive, dan pastikan semua komponen ini terpasang dengan benar. Komponen yang tersolder tidak boleh ada yang hilang.
Lepaskan komponen-komponen yang tidak wajib, seperti ekspansi card, peripheral eksternal seperti printer, scanner dan lain-lain, karena pemasangan yang tidak benar dapat menyebabkan I/O error. Kemudian hidupkan sistem, dan coba pasang satu-persatu card tersebut untuk mengujinya.
Cek ulang setting jumper pada motherboard. Pastikan tipe prosesor, bus speed, multiplier, dan jumper tegangan. Dan pastikan juga jumper BIOS berada pada posisi semestinya.
Ubah setting BIOS ke setting default untuk memastikan masalah tidak terletak pada setting BIOS yang berlebihan. Contohnya dengan menurunkan read/write access time memori dan hard disk. Cek semua koneksi kabel pada motherboard sudah benar. Cek apakah ada komponen yang mengalami panas berlebih. Jika ada, ubah setting BIOS dan setting yang lebih rendah.

PENANGANAN LANJUT.
Untuk kasus 1, 2, dan 3 kali bunyi bip, cobalah perbaiki posisi memori dahulu. Jika masih terjadi, ada kemungkinan memori rusak. Ganti dengan memori baru.
Untuk 4, 5, 7 dan 10 kali bip, motherboard rusak dan harus diperbaiki atau diganti. Untuk 6 kali bip, coba perbaiki posisi chip keyboard controller. Jika masih ada error, gantilah chip keyboard tersebut.
8 kai bip menandakan memori error pada video adapter. Ganti video card.
9 kali bip menandakan kegagalan chip BIOS. Biasanya bukan disebabkan posisi kurang sempurna.
11 kali bip, ganti cache memori.

Minggu, 04 Oktober 2009

" Do'a Anak Bangsa "

Apa yang terjadi di tanah air ini.....
Apa yang terjadi di kehidupan ini....
Apa yang terjadi dengan saudara - saudara kita....
Apa yang terjadi dengan semua ini....
Bukanlah kehendak kita....

Begitu banyak musibah....
Begitu berat cobaanMU....

sabarkanlah saudara - saudara kami....
Kuatkanlah mereka....
ikhlaskanlah mereka, termasuk kami untuk dapat melalui ujianMU.....

Karna hanya kepadaMU kami berserah....
Hanya kepadaMU kami bersimpuh....
Dan hanya kepadaMU kami bersujud....

Semoga hari ini, esok, & hari - hari selanjutnya lebih baik....
Aaammmiiinnn....


" Untuk saudara - saudaraku "

Minggu, 27 September 2009

New Moon " The Twilight Saga "




New Moon bercerita soal perginya Edward meninggalkan Bella karena nggak mau kekasihnya ini nyawanya jadi terancam.

Pada saat issabella Swan alias Bella berulangtahun ke 18. Alice dan Edward Cullen mengadakan pesta kejutan ulang tahun untuk Bella di rumah keluarga Cullen. Saat membuka hadiah, tangan Bella tergores potongan kertas dan berdarah. Darah itu akhirnya memancing Jasper, vampire yang belum bisa menahan nafsu untuk memangsanya. Edward yang tau Jasper bernafsu dengan darah lantas melempar bella kesamping dan menahan keganasan Jasper.

Kejadian ini ternyata membuat Edward Cullen cemas dan memutuskan untuk meninggalkan Bella selamanya dan pergi meninggalkan Forks, Washington bersama keluarganya.Bella pun jadi sedih Dan stres berat.

Di tengah perasaan yang campur aduk itu, muncullah Jacob Black teman lama Bella semasa kecil yang berusaha menghibur. Bella yang teramat tertekan akhirnya merasa sedikit nyaman dengan kehadiran Jacob Bkack. Namun akhirnya kenyataan terbuka, Jacob adalah Warewolf, satu-satunya makhluk sejenis serigala yang mampu mengalahkan Vampire. Inilah kenapa di Twilight dijelaskan keluarga jacob dan keluarga cullen tak pernah berteman baik.

Tapi kalau kembali ke rumah, Bella sering mendengar suara aneh yang mirip suara Edward. Agar bisa terus mendengar suara itu, Bella nekat pergi mendaki gunung dan menuju padang rumput,tempat mereka sering bersama. Tapi di sana Bella bertemu dengan vampir jahat yang mau membunuhnya.Cobaan kembali datang saat Victoria, kekasih James (vampire jahat yang telah dibunuh keluarga Cullens) datang kembali untuk menuntut balas atas kematian james dengan memburu bella.

Bella yang merasa tertekan akhirnya mencoba bunuh diri terjun dari tebing. Kenyataan ini ternyata terbaca oleh Alice yang bisa melihat masa depan. Edward yang mengira bella udah mati akhirnya malah datang ke keluarga Volturi di Itali, bangsawan vampire yang bisa membunuh sesama vampire dengan mudah.

Bella dan Alice akhirnya bisa mencegah Edward. Sampai di Forks, Bella meminta diri untuk jadi bagian dari keluarga Cullen yang setelah terjadi pro dan kontra, dr carlisle akhirnya setuju bella jadi vampire asal udah lulus sekolah.

Sayangnya, Edward tidak bisa nunggu terlalu lama. Edward lantas berkata jika Bella mau menikahinya, dia sendiri yang akan merubah Bella menjadi vampire. Bella akhirnya dilema. Disatu sisi dia senang, disisi lain dirinya bingung beralasan pada orang tuanya yang menginginkan Bella menikah di umur 30 tahun dan bukan 18 tahun seperti umurnya saat ini.

Jumat, 11 September 2009

NEXIAN Nx-G900 & Nx-G911

Hp Nexian Indosat - Nexian secara resmi telah bekerjasama dengan oprator telekomunikasi Indosat. ponsel yang memadukan desain dan kemampuan untuk chatting dan update status di Facebook dengan mudah ini juga sering disebut sebagai HP online.

untuk akses Internet Nexian Indosat memiliki fasilitas browser Opera Mini, ataupun WAP (Wireless Application Protocol), dengan cepat dan nyaman. Nexian NX-G900 ini akan dijual dengan harga di bawah 1 juta rupiah, atau sekitar Rp.999.000

Berikut adalah spesifikasi HP Nekian Nx-G900

- Dual GSM 900/1800 Mhz
- Colour LCD
- MP3 Player, FM Radio
- GPRS- Camera
- Facebook Support
- Chatting Application
- Email Browsing
- Voice Recorder
- Audio Recorder
- Stereo Speaker
- Bluetooth
- Support External Memory
- Handsfree
- Language : Indonesian - English- Warranty 12 Months

Berikut adalah spesifikasi HP Nekian NX-G911

Nexian-Indosat NX-G911

Nexian NX G911 Indosat Bundling: Facebook, Chatting With Mig33 And Access Indosat i-go With Opera Mini


- Dual GSM 900/1800 MHZ
- Colour LCD
- MP3 Player, FM Radio
- GPRS
- Camera
- Built in Application
- Facebook
- Opera Mini
- Mig33
- I-Go- Voice Recorder
- Audio Recorder
- Handsfree
- Warranty 12 Months

Indosat merilis Handphone Online ( Nexian G911). Ponsel ini dilepas dengan harga Rp 999 ribu, sama dengan G900.

''Handphone Online membuat pelanggan dapat dengan mudah menikmati semua manfaat termasuk bonus yang diberikan untuk terus online dan berkomunikasi kapan pun dan di manapun,'' kata Fuad Fachroeddin, Group Head Integrated Marketing memberikan keterangan.

Pada paket penjualan terdapat kartu perdana Mentari dan IM3, memory card 1GB, MP3 dari penyanyi Saykoji 'On Line' dan Soul ID 'Boogey Time'. Pada ponsel ini juga terdapat aplikasi built in facebook, Opera Mini, Mig33 dan I-Go.

Nexian G911 merupaka ponsel dual simcard yang bekerja pada jaringan GSM 900/1800 Mhz. Terdapat sejumlah fitur multimedia pada ponsel ini seperti MP3 Player, FM Radio. Ponsel ini dilengkapi dengan kamera dan peranti perekam suara dan audio.

Untuk pengguna NX911, Indosat menawarkan sejumlah bonus.Terdiri dari gratis internet IM3 700 Menit, didapatkan seperti bonus akses internet 100 menit saat isi ulang pertama dan bonus internet 50 menit tiap isi ulang minimal pulsa Rp. 20.000,- selama 12 bulan, gratis internet Mentari 100 menit setelah isi ulang

Senin, 31 Agustus 2009

Lihat, Dengar, Rasakan.



" Thinking of you "

Comparisons are easily done
Once you've had a taste of perfection
Like an apple hanging from a tree
I picked the ripest one
I still got the seed

You said move on
Where do I go
I guess second best
Is all I will know

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you
What you would do if
You were the one
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into your eyes

You're like an Indian summer
In the middle of winter
Like a hard candy
With a surprise center
How do I get better
Once I've had the best
You said there's
Tons of fish in the water
So the waters I will test

He kissed my lips
I taste your mouth
He pulled me in
I was disgusted with myself

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you
What you would do if
You were the one
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into...

You're the best
And yes I do regret
How I could let myself
Let you go
Now the lesson's learned
I touched it I was burned
Oh I think you should know

Cause when I'm with him
I am thinking of you
Thinking of you
What you would do if
You were the one
Who was spending the night
Oh I wish that I
Was looking into your eyes
Looking into your eyes
Looking into your eyes
Oh won't you walk through
And bust in the door
And take me away
Oh no more mistakes
Cause in your eyes I'd like to stay...
stay....


Song By : katy perry

Kamis, 23 Juli 2009

History of Jakarta



Jakarta, from Village to Metropolis

Jakarta, the capital of the nation, has a fascinating history. Lots of different aspects have colored the city history and the life of people today. Since the fifth century, ships from China and Champa (Vietnam), and from all islands in the archipelago docked at the mouth of the Ciliwung river. Indian and Portuguese traders also visited this small town. Javanese sailors, carrying spices from Molucca, also docked there. Nearly all people from the East and West left their trails to blend special flavor of Jakarta.

Concised description of old historical buildings and monuments refers to the site where the city of Jakarta itself begins. All historical evidence points to the area of the Kota, the old city on the banks of Ciliwung river. A bit south of the place currently known as Pasar Ikan or Fish Market was planted the first tiny seed that developed into a huge city of more than 10 million inhabitants. When did Jakarta start its journey throughout history? Nobody knows exactly!

If we stand on top of Menara Syahbandar (the Lookout Tower) across the bridge over the Kali Besar, we enjoy a view of oldest area of Jakarta. To the north we can see the present old harbor with its colorful prahu (saliboats) and the Java Sea. Some 300 meters to the south, you can find a renovated old drawbridge. In the time of the Dutch East-India Company colonialism, the bridge was called Hoender pasarbrug or Chicken Market Bridge. At that time, between 17th and early 18 centuries, ships could sail further up to the river Ciliwung. Towards the south of this drawbridge, the once busy harbor town of Sunda Kelapa stretched along both sides of the river between the 12th century and 15th century.

Sunda Kalapa was the main port of the Hindu Kingdom of Sunda . The capital of the Pakuan Pajajaran kingdom was located two day journey upriver, now known as Bogor. This port was often visited by ships from Palembang, Tanjungpura, Malacca, Maccasar and Madura, and even by merchants from India and South China. Sunda Kelapa exported, among other items, pepper, rice and gold.

In 1513 the first European fleet, four Portuguese ships under the command of Alvin, arrived in Sunda Kelapa from Mallaca. Mallaca had been conquered two years earlier by Alfonso d' Albuquerque. They were looking for spices, especially pepper, to this busy and well-organized harbor. Some years later, the Portuguese Enrique Leme visited Kalapa with presents for the King of Sunda. He was well received and on August 21, 1522 and signed a treaty of friendship between the kingdom of Sunda and Portugal. The Portuguese received the right to build a godown (warehouse) and to erect a fort in Kalapa. This was regarded by the Sundanese as a consolidation of their position against the encroaching Muslim troops from the rising power of the Sultanate of Demak in Central Java.



To commemorate this treaty, they put big stone, called a Padrao, which vanished for some years. This stone was uncovered later in 1918 during an excavation for a new house in Kota area on the corner of Cengkeh street and Nelayan Timur Street. This Padrao can now be seen in the National Museum on Medan Merdeka Barat street. The original location of the stone suggests that the coastline in the early 16th century formed a nearly straight line which is marked by the present of Nelayan street, some 400 meters south to the The Lookout Tower.

The King of Sunda had his own reasons for great danger from the expansive Muslim Kingdom of Demak, whose troops threatened his second harbor town, Banten (west of Jakarta). Sunda felt squeezed and was in need of strong friends. Thus, the king hoped the Portuguese would return quickly and help him protect his important harbor. But they came too late. For in 1527 the Muslim leader Fatahillah appeared before Kalapa with 1,452 soldiers from Cirebon and Demak.

According to some historians, this victory of 1527 provided the reason for Fatahillah to rename Sunda Kelapa, Jayakarta, which means "Great Deed" or "Complete Victory." On the basis of this victory, Jakarta celebrates its birthday on June 22, 1527, the day Fatahillah gave the town a name of victory of over Sundanese Hindus and Portuguese sailor.

Prince Jayawikarta, a follower of the Sultan of Banten, resided on the west banks of the Ciliwung river, which in the early 17th century reached the roughly at our starting place, the Lookout at Pasar Ikan. He erected a military post there in order to control the mouth of the river and the Dutch who had been granted permission in 1610 to build a wooden godown and some houses just opposite there on the east bank. Dutch ships had already come to Jayakarta in 1596. The Prince tried to keep a close eye on these unruly guests.

To keep its strength equal to that of the Dutch, Prince Jayawikarta allowed the British to erect houses on the West Bank of Ciliwung river, across the Dutch godown, in 1615. The Prince granted permission to the British to erect a fort closed to his Customs Office post. Jayawikarta was in support of the British because his palace was under the threat of the Dutch cannons. In December 1618, the tense realtionship between Prince Jayawikarta and the Dutch escalated. Jayawikarta soldiers besieged the Dutch fortress that covered two strong godown, namely Nassau and Mauritus. The British fleet made up of 15 ships arrived. The fleet was under the leadership of Sir Thomas Dale, former governor of the Colony of Virginia, now known as Virginia State in the United States.

The British admiral was already old and was indecisive. After the sea battle, the newly appointed Dutch governor Jan Pieter Soon Coon (1618) escaped to Molucca to seek support. Meanwhile, the commander of the Dutch army was arressted when the negotiation was underway because Jayawikarta felt that he was deceived by the Dutch. Then, the Prince Jayawikarta and the British entered into a friendship agreement.

The Dutch army was about to surrender to the British when in 1619, a sultan from Banten sent soldiers and summoned Prince Jayawikarta for establishing closed realtionship with the British without first asking an approval from Banten authorities. The conflict between Banten and Prince Jayawikarta as well as the tensed relationship between Banten and the British had weakened the Dutch enemy. Prince Jayawikarta was moved to Tanara and died in Banten.

The Dutch felt relieved and tried to establish a closer relationship with the Banten. The Dutch fortress garrison, along with hired soldiers from Japan, Germany, Scotia, Denmark, and Belgium held a party in commemoration of the change in situation. They name their fortress after Batavia to recollect the ethnic group Batavier, the Dutch ancestor. Since then Jayakarta was called Batavia for more than 300 years.

Under the relationship of J.P Coen, Dutch army attacked and destroyed the city and Jayakarta Palace on May 30, 1619. There were no remains of Jakarta except for the Padrao stone now stored at the National Museum in Jakarta. The Jayakarta grave was possibly located in Pulau Gadung. If we stand on top of Menara Syahbandar and look around, we can enjoy the beautiful panorama in the oldest area of Batavia. Certainly, we can't enjoy the remains of the city Sunda Kelapa or Jayakarta. Kasteel or the Dutch fortress, too, has been destroyed. Here we can see several remains from the mid-17th century. Nearly all of the remains are related to trade and sailing.

Menara Syahbandar was built 1839 to replace the old flag pole in ship dock located right on the side across a river. From the pole and later the tower, officials observed ships about to anchor gave signals. The tower then is used a meteorology post. To the West of the Lookout Tower, we can see the view of the present Museum Bahari. The museum represents a very old and strong edifice with Dutch architecture. The museum also provides several maps of the city, with stages of the city development shown. The museum is part of something in Dutch called Westzijdsche Pakhuizen (Warehouse on the Westbank). Here nutmegs, pepper. coffee, tea, and cloth in a large scale were used to be stored.

The areas around Menara Syahbandar was once the center of Kota Batavia. It was the center of a trading network with wide spread agents reaching Deshima (Nagasaki) in Japan, Surate in Persia and Capetown in South Africa. Inter-trade among Asia was more profitable than inter-trade between Asia and Europe. And the Pasar Ikan (Market Fish) once was the pulse. Here, the site where the origin of the capital of Indonesia, Jakarta, came from.

Tanjidor, Nasibmu Kini



Pada zamannya, musik tanjidor merupakan iringan wajib dalam setiap perhelatan masyarakat Betawi. Itu dulu, kini masa keemasan seniman tanjidor mulai suram karena tak ada generasi yang meneruskan. Sekarang ada beberapa grup musik tanjidor yang mencoba bertahan. Para seniman tanjidor itu kini terpinggirkan di kawasan Bekasi, Tangerang, dan Depok.

Ada yang menarik dalam pelaksanaan pilpres Rabu (8/7) lalu di salah satu TPS Warungbuncit, Jakarta Selatan. Para pemilih, dihibur satu grup musik tanjidor yang sudah jarang ditemui. Sebagian pemilih yang sedang menunggu mencontreng terhibur dan sebagian lagi acuh. Hanya beberapa lelaki dan wanita renta saja yang menikmati alunan musik yang dimainkan delapan orang itu.

Beberapa anak-anak sedikit terpukau dengan alat musik yang dimainkan. Ukuran alat musik yang besar, menjadi perhatian anak-anak yang penasaran dengan musik yang baru kali ini didengar. Sebagian anak-anak lagi, menikmati dengan berlenggok mengikuti alunan musik.

Lenggokan pinggul anak-anak akhirnya berhenti karena napas pemain tanjidor itu sudah tersengal-sengal. Maklum saja, musik tanjidor yang didominasi alat tiup ini mayoritas dimainkan oleh seniman yang sudah renta. Namun guratan semangat di wajah pemain tanjidor dari Grup Lestari Jaya, Warung Buncit, Jakarta Selatan ini terlihat dari upayanya menyelesaikan setiap lagu yang dimainkan.

Musik tanjidor, adalah salah satu kesenian musik tradisional adat Betawi yang berkembang beriringan dengan musik keroncong. Kedua musik ini mendapat pengaruh dari kebudayaan Eropa seperti Belanda dan Portugis. Karena perkembangannya di tengah kaum elite pada masa itu, maka kebudayaan Cina turut campur dalam perkembangan musik tanjidor. Saat itu atau sekitar abad XVIII dan XIX, penghasilan seniman tanjidor berasal dari saweran penonton dalam hajatan besar tuan tanah atau bangsawan Eropa.

Nasib seniman tanjidor dulu dan sekarang juga tak jauh berbeda. Sekarang, mereka hanya mengandalkan panggilan bermain di beberapa acara saja. Itupun sudah jarang didapat. Terompet, trombone, saksophone, klarinet, tambur, siklopone, dan sebuah gendang atau bedug lebih banyak menjadi hiasan di sanggar Grup Lestari Jaya warung Buncit. Hanya sesekali seniman tanjidor ini berkumpul memainkan alat musik yang sudah menua, setua umur mereka.

Ironis memang. Sebagai musik tradisional Betawi, seniman tanjidor kebingungan mencari penerus yang mau mencoba musik warisan nenek moyangnya ini. Hal ini yang cukup dikhawatirkan oleh para musisi group tanjidor. Para seniman dihantui perasaan, alat musik tanjidor menjadi koleksi museum. "Jika tidak yang muda, siapa lagi," kata Soleh, salah satu pemain tanjidor kepada beritajakarta.com,

Dulu, kata Sholeh, di masa keemasan kesenian tanjidor merupakan musik iringan upacara besar. Tak jarang para musisi memainkannya dari rumah ke rumah. Menurutnya dulu masyarakat dengan bangga memainkan musik khas Betawi ini. Begitu juga dengan generasi muda yang begitu antusias mempelajari alat musik tanjidor ini. "Waktu gue mude pengen banget belajar mainin musik tanjidor," kata peniup terompet dengan logat Betawi yang kental ini.

Mengenai penghasilan, Sholeh mengaku cukup puas dengan pendapatan main musik kala itu. Layaknya pengamen, penghasilan musisi orkes tanjidor dulu tergantung dari saweran penonton, ditambah bayaran dari yang punya hajatan. Maka tak heran jika di abad ke-18 dan ke-19, permainan tanjidor selalu dilakukan keliling mencari tempat-tempat strategis yang dirasa dapat menghasilkan uang banyak.

Namun keberadaan kesenian tanjidor saat ini begitu memprihatinkan. Kurang minatnya generasi muda dalam mendalami kesenian tanjidor menjadi alasan mengapa kesenian adat setempat ini menjadi begitu kritis. Tak jarang untuk mempertahankannya para musisi tanjidor usia lanjut harus berjuang sendiri dalam merawat dan memainkannya. "Ibarat kate, anak mude sekarang lebih milih dangdut daripade tanjidor," tutur Sholeh.

Ditambahkan Sholeh, saat ini group tanjidor hanya tersisa beberapa group. Itupun terdapat di pinggiran kota Jakarta, seperti Bekasi, Tangerang, Banten, dan Depok. "Dulu sih banyak, tapi karena nggak ada penerusnya mereka lama-lama bubar dan tinggal beberapa group aja," kata pria yang mulai menekuni tanjidor mulai umur 16 tahun.

Para seniman tanjidor kini berharap, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI turun tangan melestarikan salah satu budaya Betawi ini. Mereka tidak menginginkan, tanjidor berakhir dalam dokumen penting perjalanan kota Jakarta yang berusia lebih dari empat abad. `Tangan dingin` eksekutif di jajaran Pemprov DKI kini seperti menjadi penentu, apakah peninggalan budaya Betawi akan dilestarikan atau dibiarkan tenggelam digerus zaman.